Laman

Sabtu, 03 Maret 2012

Tips Agar Anak Suka Matematika


Pelajaran matematika yang hanya mempunyai dua kemungkinan jawaban, yaitu benar dan salah memang sering mengerikan. Apalagi jika seorang siswa lebih sering memberikan jawaban salah daripada benar.

Hal inilah yang sering membuat pelajaran eksakta seperti matematika tidak disukai oleh murid. Tapi tenang saja, ada beberapa beberapa tips yang bisa menumbuhkan perasaan cinta si kecil kepada pelajaran matematika:

Jangan katakan matematika sulit. 
Hindari mengatakan matematika sulit di depan anak. Jangan sampai keceplosan mengatakan itu, meski bertujuan baik. Kadang orangtua mengatakan di depan anaknya tanpa disadari. “Belajar matematika Nak. Ini kan pelajaran sulit.” Kalimat seperti ini justru bisa mengendurkan semangat si kecil dan membuatnya takut akan pelajaran yang satu ini, karena yang terbentuk dalam alam bawah sadarnya adalah matematika pelajaran sulit.

Bermain matematika. 
Bermacam jenis permainan anak seperti ular tangga ternyata sangat baik untuk mengasah kemampuandan kecintaan terhadap matematika. “Permainan dadu sangat membantu anak dalam berhitung,” ujar Jo Boaler, Profesor matematika dari Stanford University dan penulis buku laris What’s Math Got to Do with It? How Parents and Teachers Can Help Children Learn to Love Their Least Favorite Subject.

Matematika praktik.
Praktikkan pelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja ajak si kecil menghitung jumlah mainannya. Misalnya dimulai dari mobil-mobilan dulu, kemudian dilanjutkan menghitung bola. Untuk yang lebih besar Anda bisa mengajak si kecil menghitung panjang jari-jari sepedanya. Setelah itu coba suruh si kecil menghitungnya keliling roda dengan rumus. Setelah didapat hasilnya, coba hitung dengan meteran apakah hasilnya sama dengan hitungan si kecil. Praktik langsung seperti ini akan lebih mudah dipahami dan membekas dalam memorinya.

Dampingi selalu. 

Kehadiran Anda baik ketika menemui kesulitan maupun kemudahan sangat berguna bagi si kecil. Ketika si kecil menemui kesulitan, Anda bisa memberikan solusi kepadanya. Sebaliknya ketika si kecil berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik berikan apresiasi kepadanya. Pujian dari Anda sudah cukup jadi pemicu baginya untuk berbuat terbaik. Tapi tak ada salahnya jika sekali-kali Anda memberikan hadiah kepadanya jika bisa menyelesaikan semua soal dengan benar.

Matematika Cinta

Benci x benci = suka
Suka + suka = cinta
Cinta – suka = pudar
Cinta : 2 = selingkuh
Selingkuh 2x = ketahuan
Ketahuan 2x = putus
Putus 1x = ST12 (Cari Pacar Lagi)

Kisah Seorang Ibu dan Anak


Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya, ia adalah sebuah hal yang memalukan. Ibuku menjalankan sebuah toko kecil pada sebuah pasar.
Dia mengumpulkan barang-barang bekas dan sejenisnya untuk dijual, apapun untuk mendapatkan uang yang kami butuhkan. Ia adalah sebuah hal yang memalukan.
Pada suatu hari di sekolah. Aku ingat saat itu hari ketika ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia melakukan hal ini kepadaku? Aku melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari. Keesokan harinya di sekolah.. “Ibumu hanya memiliki satu mata?” dan mereka semua mengejekku.
Aku berharap ibuku hilang dari dunia ini maka aku berkata kepada ibu aku,”Ibu, kenapa kamu tidak memiliki mata lainnya? Ibu hanya akan menjadi bahan tertawaan. Kenapa Ibu tidak mati saja?” Ibu tidak menjawab. Aku merasa sedikit buruk, tetapi pada waktu yang sama, rasanya sangat baik bahwa aku telah mengatakan apa yang telah ingin aku katakan selama ini.
Mungkin itu karena ibu tidak menghukum aku, tetapi aku tidak berpikir bahwa aku telah sangat melukai perasaannya.
Malam itu, Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku menangis disana, dengan pelan, seakan ia takut bahwa ia akan membangunkanku. Aku melihatnya, dan pergi. Karena perkataanku sebelumnya kepadanya, ada sesuatu yang mencubit hati aku.


Meskipun begitu, Aku membenci ibuku yang menangis dari satu matanya. Jadi, Aku mengatakan diri ku jikalau aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku membenci ibu bermata-satu aku dan kemiskinan kami.
Lalu aku belajar dengan keras. aku meninggalkan ibu dan ke Seoul untuk belajar, dan diterima di Universitas Seoul dengan segala kepercayaan diri. Lalu, aku menikah. aku membeli rumah milikku sendiri. Lalu aku memiliki anak-anak juga. Sekarang, aku hidup bahagia sebagai seorang pria yang sukses. aku menyukainya disini karena ini adalah tempat yang tidak meningatkan aku akan ibu.
Kebahagiaan ini menjadi besar dan semakin besar, ketika seseorang tidak terduga menjumpai aku “Apa?! Siapa ini?”… Ini adalah ibu aku.. tetap dengan satu matanya. Ini rasanya seperti seluruh langit sedang jatuh ke diri aku. Anak perempuan aku lari kabur, takut akan mata ibu aku.
Dan aku bertanya kepadanya, “Siapa Anda? aku tidak mengenalmu!!” sandiwara aku. aku berteriak kepadanya “Mengapa engkau berani datang ke rumah aku dan menakuti anak aku! Pergi dari sini sekarang juga!”
Dan ibu dengan pelan menjawab, “Oh, maafkan aku. aku pasti salah alamat,” dan dia menghilang. Terima kasih Tuhan.. Ia tidak mengenali aku. aku merasa cukup lega. aku mengatakan kepada diri aku bahwa aku tidak akan peduli, atau berpikir tentang ini sepanjang sisa hidup aku.
Lalu ada perasaan lega datang kepada aku.. Suatu hari, sebuah surat mengenai reuni sekolah datang ke rumah aku. aku berbohong kepada istri aku mengatakan bahwa aku akan pergi perjalanan bisnis. Setelah reuni ini, aku pergi ke rumah lama aku.. karena rasa penasaran saja, aku menemukan ibu aku terjatuh di tanah yang dingin. Tetapi aku tidak meneteskan satu air mata sekalipun. Ia memiliki sepotong kertas di tangannya.. dan itu adalah surat untuk diri aku.
=================================================
Anakku,
Aku pikir hidupku sudah cukup lama saat ini. Dan.. aku tidak akan mengunjungi Seoul lagi.. tetapi apakah itu terlau banyak jikalau aku ingin kamu untuk datang menunjungiku sekali-kali nak? aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat lega ketika mendengar kamu akan datang dalam reuni ini.
Tetapi aku memutuskan untuk tidak datang ke sekolah.. Untuk Kamu.. aku meminta maaf jikalau aku hanya memiliki satu mata dan aku hanya membawa kemaluan bagi dirimu.
Kamu tahu, ketika kamu masih sangat kecil, kamu terkena sebuah kecelakaan, dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihatmu harus tumbuh dengan hanya satu mata.. maka aku memberikanmu mata aku.. aku sangat bangga kepada anak aku yang melihat dunia yang baru untuk aku, menggantikan aku, dengan mata itu.
Aku tidak pernah marah kepadamu atas apapun yang kamu lakukan. Beberapa kali ketika kamu marah kepada aku. aku berpikir sendiri,”Ini karena kamu mencintai aku.” Aku rindu waktu ketika kamu masih sangat kecil dan berada di sekitarku.
Aku sangat merindukanmu. Aku mencintaimu. Kamu adalah duniaku.